Kamis, 12 Juli 2012
Distribusi Frekuensi Kumulatif terdiri dari dua macam, yaitu distribusi kumulatif kurang dari dan distribusi kumulatif lebih dari. Distribusi Frekuensi Kumulatif kurang dari menunjukkan berapa banyaknya frekuensi pengamatan yang menunjukkkan nilai lebih kecil dari sebuah nilai atau nilai-nilai tertentu. Sedangkan Distribusi Frekuensi Kumulatif lebih dari menunjukkan berapa banyaknya frekuensi pengamatan yang menunjukkan nilai yang lebih besar dari sebuah nilai atau nilai-nilai tertentu.
Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif Kurang Dari
Dari tabel distribusi frekuensi kumulatif diatas, ada 7 pengamatan yang mempunyai nilai kurang dari 3 .
Tabel Distribusi Frekuensi Kumulatif Lebih Dari
Dari tabel distribusi frekuensi kumulatif diatas ada 18 pengamatan yang mempunyai nilai lebih dari 3.
Category Article Distribusi Frekuensi, Statistik Dasar
0digg
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook
What's on Your Mind...
Category
Definisi Statistik (7)
Distribusi Frekuensi (5)
Statistik Dasar (4)
Ukuran Keragaman (1)
Ukuran Statistika (9)
Tag
Definisi Statistik Distribusi Frekuensi Statistik Dasar Ukuran Keragaman Ukuran Statistika
SOAL HITUNGAN EKONOMI MAKRO
LATIHAN MEMBUAT SOAL EKONOMI MAKRO 1
1. Tingkat Pertumbuhan Ekonomi
SOAL:
Suatu Negara pada tahun 2008 Product National Bruto (PNB) rill bernilai 145 triliun rupiah dan meningkat menjadi 151 triliun rupiah. Berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2009?
JAWAB:
Rumus: PNB (peningkatan) – PNB (rill) x 100%
PNB (rill)
@. 151 triliun -145 triliun x 100% = 4 %
145 triliun
@. Tingkat pertumbuhan ekonomi tahun 2009 yaitu sebesar 4 %
2. Tingkat Pertambahan Kemakmuran
SOAL:
Pada tahun 2008 penduduk 14 juta dan meningkat menjadi 14,2 juta pada tahun 2009.
Berapakah kelajuan pertambahan kemakmurannya?
JAWAB:
Rumus: PNB (rill) = …
Jumlah Penduduk Th. 2008
@. (a) 145 triliun = 10,3571 juta (tingkat perkapita tahun 2008)
14 juta
Rumus: PNB (peningkatan) = …
Jumlah Penduduk Th. 2009
@. (b) 151 triliun = 10,6338 juta (tingkat perkapita tahun 2009)
14,2 juta
Rumus: Tingkat Perkapita Th. 2009 x 100% = …
Tingkat Perkapita Th. 2008
@. (c). 10,6338 juta – 10,3571 juta x 100% = 0,02 %
10,3571 juta
0,02 % (pertambahan perkapita tahun 2009)
3. Perhitungan Tenaga Kerja dan Pengangguran
SOAL:
Dalam suatu perekonomian yang tergolong sebagai penduduk usia kerja berjumlah 12.891.761 orang, tetapi hanya 7.124.458 orang angkatan kerja. Di antara angkatan kerja tersebut sebanyak 5.528.571 orang yang mempunyai pekerjaan. Berdasarkan data di atas, berapakah tingkat partisipasi angkatan kerja dan pengangguran?
JAWAB:
(a). Tingkat Partisipasi Kerja
Rumus: Angkatan Kerja x 100% = …
Jumlah Penduduk Usia Kerja
@. 7.124.458 x 100% = 0,55%
12.891.761
(b). Jumlah Pengangguran
Rumus: Jumlah Angkatan Kerja – Jumlah Yang Mempunyai Pekerjaan = …
@. 7.124.458 - 5.528.571 = 1.595.887
Apabila diketahui jumlah pengangguran dan angkatan kerja tingkat pengangguran dalam suatu tertentu dapat ditentukan. Berdasarkan hasil data di atas, tingkat presentasi pengangguran adalah;
Rumus: Jumlah Pengangguran x 100% = …
Jumlah Angkan Kerja
@. 1.595.887 x 100% = 0,22 %
7.124.458
4. Perhitungan Indeks Harga
Kenaikan harga-harga yang berlaku dari suatu waktu ke waktu lainnya tidak berlaku secara seragam (merata). Kenaikan harga biasanya berlaku ke atas, tetapi kenaikannya itu berbeda-beda. Jadi yang menyebabkan Indeks Harga adalah: tingkat perubahan harga yang berlaku di suatu Negara.
Tiga (3) langkah yang diperlukan dalam membuat Indeks Harga:
1. Memilih Tahun Dasar
Yaitu tahun yang menjadi titik tolak dalam membandingkan harga.
2. Menentukan jenis-jenis bahan yang perubahan harga-harganya akan diamati untuk
membentuk Indeks Harga.
3. Menghitung Indeks Harga.
Contoh sederhana menghitung Indeks Harga konsumen.
Tahun Dasar (1999) Tahun 2005
Kelompok
Barang Weight Stage (nilai kepentingan relatif) Harga
(rupiah) Harga X
Weight Stage Harga
(rupiah) Harga X
Weight Stage
A 45 2.000 90.000 3.000 135.000
B 25 4.000 100.000 10.000 250.000
C 10 6.000 60.000 15.000 150.000
D 20 1.000 20.000 9.000 180.000
Jumlah
100
270.000
715.000
Weight Stage (nilai kepentingan relative) yaitu:
Setiap kelompok barang yang dikonsumsi di masyarakat.
Berapa Indeks Harga (IH) 2005 ?
Rumus: Indeks Harga 2003 = Jumlah Harga x Weight Stage 2005 x Weight Stage
Jumlah Harga x Weight Stage 1999
JAWAB:
IH 2003 = 715.000 x 100 = 264
270.000
IH 2003 = 264 x 100 % = 2,6 %
Indeks Harga pada tahun dasar yaitu tahun 1999 adalah 100. dengan demikian di antara tahun dan tahun 2005 harga telah meningkat menjadi 264 atau dua kali lipat dari harga dasar.
5. Menentukan Tingkat Inflasi
Tingkat Inflasi ditentukan untuk menggambarkan perubahan harga dari tahun ke tahun lainnya.
Misalkan pada akhir tahun 2004 Indeks Harga konsumen 225 dan pada akhir tahun 2005 Indeks tersebut 264. Berapakah tingkat Inflasi pada tahun 2005?
Rumus: Indeks Harga 2005 - Indeks Harga Konsumen 2004 x 100 % = …
Indeks Harga Konsumen 2004
JAWAB:
264 - 225 x 100 % = 0,17 %
225
LATIHAN MEMBUAT SOAL EKONOMI 2
1. Tingkat Pertumbuhan Ekonomi
SOAL:
Suatu Negara pada tahun 2008 Product National Bruto (PNB) rill bernilai 120 triliun rupiah dan meningkat menjadi 126 triliun rupiah. Berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2009?
JAWAB:
Rumus: PNB (peningkatan) – PNB (rill) x 100%
PNB (rill)
@. 126 triliun -120 triliun x 100% = 5 %
120 triliun
@. Tingkat pertumbuhan ekonomi tahun 2009 yaitu sebesar 5 %
2 Tingkat Pertambahan Kemakmuran
SOAL:
Pada tahun 2008 penduduk 12 juta dan meningkat menjadi 12,2 juta pada tahun 2009.
Berapakah kelajuan pertambahan kemakmurannya?
JAWAB:
Rumus: PNB (rill) = …
Jumlah Penduduk Th. 2008
@. (a) 120 triliun = 10 juta (tingkat perkapita tahun 2008)
12 juta
Rumus: PNB (peningkatan) = …
Jumlah Penduduk Th. 2009
@. (b) 126 triliun = 10,3278 juta (tingkat perkapita tahun 2009)
12,2 juta
Rumus: Tingkat Perkapita Th. 2009 x 100% = …
Tingkat Perkapita Th. 2008
@. (c). 10,3278 juta – 10 juta x 100% = 3,3 % (pertambahan perkapita tahun 2009)
10 juta
3. Perhitungan Tenaga Kerja dan Pengangguran
SOAL:
Dalam suatu perekonomian yang tergolong sebagai penduduk usia kerja berjumlah 14.891.761 orang, tetapi hanya 9.124.458 orang angkatan kerja. Di antara angkatan kerja tersebut sebanyak 8.528.571 orang yang mempunyai pekerjaan. Berdasarkan data di atas, berapakah tingkat partisipasi angkatan kerja dan pengangguran?
JAWAB:
(a). Tingkat Partisipasi Kerja
Rumus: Angkatan Kerja x 100% = …
Jumlah Penduduk Usia Kerja
@. 9.124.458 x 100% = 61,3%
14.891.761
(b). Jumlah Pengangguran
Rumus: Jumlah Angkatan Kerja – Jumlah Yang Mempunyai Pekerjaan = …
@. 9.124.458 - 8.528.571 = 595.887
Apabila diketahui jumlah pengangguran dan angkatan kerja tingkat pengangguran dalam suatu tertentu dapat ditentukan. Berdasarkan hasil data di atas, tingkat presentasi pengangguran adalah;
Rumus: Jumlah Pengangguran x 100% = …
Jumlah Angkan Kerja
@. 595.887 x 100% = 65 %
9.124.458
4. Perhitungan Indeks Harga
Kenaikan harga-harga yang berlaku dari suatu waktu ke waktu lainnya tidak berlaku secara seragam (merata). Kenaikan harga biasanya berlaku ke atas, tetapi kenaikannya itu berbeda-beda. Jadi yang menyebabkan Indeks Harga adalah: tingkat perubahan harga yang berlaku di suatu Negara.
Tiga (3) langkah yang diperlukan dalam membuat Indeks Harga:
1. Memilih Tahun Dasar
Yaitu tahun yang menjadi titik tolak dalam membandingkan harga.
2. Menentukan jenis-jenis bahan yang perubahan harga-harganya akan diamati untuk
membentuk Indeks Harga.
3. Menghitung Indeks Harga.
Contoh sederhana menghitung Indeks Harga konsumen.
Tahun Dasar (1997) Tahun 2003
Kelompok
Barang Weight Stage (nilai kepentingan relatif) Harga
(rupiah) Harga X
Weight Stage Harga
(rupiah) Harga X
Weight Stage
A 50 1.000 50.000 2.000 100.000
B 20 5.000 100.000 11.000 220.000
C 5 5.000 25.000 16.000 80.000
D 25 3.000 75.000 8.000 200.000
Jumlah
100
250.000
600.000
Weight Stage (nilai kepentingan relative) yaitu:
Setiap kelompok barang yang dikonsumsi di masyarakat.
Berapa Indeks Harga (IH) 2003 ?
Rumus: Indeks Harga 2003 = Jumlah Harga x Weight Stage 2003 x Weight Stage
Jumlah Harga x Weight Stage 1997
JAWAB:
IH 2003 = 600.000 x 100 = 240
250.000
IH 2003 = 240 x 100 % = 2,4 %
Indeks Harga pada tahun dasar yaitu tahun 1997 adalah 100. dengan demikian di antara tahun dan tahun 2003 harga telah meningkat menjadi 240 atau dua kali lipat dari harga dasar.
5. Menentukan Tingkat Inflasi
Tingkat Inflasi ditentukan untuk menggambarkan perubahan harga dari tahun ke tahun lainnya.
Misalkan pada akhir tahun 2002 Indeks Harga konsumen 231 dan pada akhir tahun 2003 Indeks tersebut 240. Berapakah tingkat Inflasi pada tahun 2003?
Rumus: Indeks Harga 2003 - Indeks Harga Konsumen 2002 x 100 % = …
Indeks Harga Konsumen 2002
JAWAB:
240 - 231 x 100 % = 3,9 %
231
Diposkan oleh dudung purnama
SOAL HITUNGAN EKONOMI MAKRO
LATIHAN MEMBUAT SOAL EKONOMI MAKRO 1
1. Tingkat Pertumbuhan Ekonomi
SOAL:
Suatu Negara pada tahun 2008 Product National Bruto (PNB) rill bernilai 145 triliun rupiah dan meningkat menjadi 151 triliun rupiah. Berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2009?
JAWAB:
Rumus: PNB (peningkatan) – PNB (rill) x 100%
PNB (rill)
@. 151 triliun -145 triliun x 100% = 4 %
145 triliun
@. Tingkat pertumbuhan ekonomi tahun 2009 yaitu sebesar 4 %
2. Tingkat Pertambahan Kemakmuran
SOAL:
Pada tahun 2008 penduduk 14 juta dan meningkat menjadi 14,2 juta pada tahun 2009.
Berapakah kelajuan pertambahan kemakmurannya?
JAWAB:
Rumus: PNB (rill) = …
Jumlah Penduduk Th. 2008
@. (a) 145 triliun = 10,3571 juta (tingkat perkapita tahun 2008)
14 juta
Rumus: PNB (peningkatan) = …
Jumlah Penduduk Th. 2009
@. (b) 151 triliun = 10,6338 juta (tingkat perkapita tahun 2009)
14,2 juta
Rumus: Tingkat Perkapita Th. 2009 x 100% = …
Tingkat Perkapita Th. 2008
@. (c). 10,6338 juta – 10,3571 juta x 100% = 0,02 %
10,3571 juta
0,02 % (pertambahan perkapita tahun 2009)
3. Perhitungan Tenaga Kerja dan Pengangguran
SOAL:
Dalam suatu perekonomian yang tergolong sebagai penduduk usia kerja berjumlah 12.891.761 orang, tetapi hanya 7.124.458 orang angkatan kerja. Di antara angkatan kerja tersebut sebanyak 5.528.571 orang yang mempunyai pekerjaan. Berdasarkan data di atas, berapakah tingkat partisipasi angkatan kerja dan pengangguran?
JAWAB:
(a). Tingkat Partisipasi Kerja
Rumus: Angkatan Kerja x 100% = …
Jumlah Penduduk Usia Kerja
@. 7.124.458 x 100% = 0,55%
12.891.761
(b). Jumlah Pengangguran
Rumus: Jumlah Angkatan Kerja – Jumlah Yang Mempunyai Pekerjaan = …
@. 7.124.458 - 5.528.571 = 1.595.887
Apabila diketahui jumlah pengangguran dan angkatan kerja tingkat pengangguran dalam suatu tertentu dapat ditentukan. Berdasarkan hasil data di atas, tingkat presentasi pengangguran adalah;
Rumus: Jumlah Pengangguran x 100% = …
Jumlah Angkan Kerja
@. 1.595.887 x 100% = 0,22 %
7.124.458
4. Perhitungan Indeks Harga
Kenaikan harga-harga yang berlaku dari suatu waktu ke waktu lainnya tidak berlaku secara seragam (merata). Kenaikan harga biasanya berlaku ke atas, tetapi kenaikannya itu berbeda-beda. Jadi yang menyebabkan Indeks Harga adalah: tingkat perubahan harga yang berlaku di suatu Negara.
Tiga (3) langkah yang diperlukan dalam membuat Indeks Harga:
1. Memilih Tahun Dasar
Yaitu tahun yang menjadi titik tolak dalam membandingkan harga.
2. Menentukan jenis-jenis bahan yang perubahan harga-harganya akan diamati untuk
membentuk Indeks Harga.
3. Menghitung Indeks Harga.
Contoh sederhana menghitung Indeks Harga konsumen.
Tahun Dasar (1999) Tahun 2005
Kelompok
Barang Weight Stage (nilai kepentingan relatif) Harga
(rupiah) Harga X
Weight Stage Harga
(rupiah) Harga X
Weight Stage
A 45 2.000 90.000 3.000 135.000
B 25 4.000 100.000 10.000 250.000
C 10 6.000 60.000 15.000 150.000
D 20 1.000 20.000 9.000 180.000
Jumlah
100
270.000
715.000
Weight Stage (nilai kepentingan relative) yaitu:
Setiap kelompok barang yang dikonsumsi di masyarakat.
Berapa Indeks Harga (IH) 2005 ?
Rumus: Indeks Harga 2003 = Jumlah Harga x Weight Stage 2005 x Weight Stage
Jumlah Harga x Weight Stage 1999
JAWAB:
IH 2003 = 715.000 x 100 = 264
270.000
IH 2003 = 264 x 100 % = 2,6 %
Indeks Harga pada tahun dasar yaitu tahun 1999 adalah 100. dengan demikian di antara tahun dan tahun 2005 harga telah meningkat menjadi 264 atau dua kali lipat dari harga dasar.
5. Menentukan Tingkat Inflasi
Tingkat Inflasi ditentukan untuk menggambarkan perubahan harga dari tahun ke tahun lainnya.
Misalkan pada akhir tahun 2004 Indeks Harga konsumen 225 dan pada akhir tahun 2005 Indeks tersebut 264. Berapakah tingkat Inflasi pada tahun 2005?
Rumus: Indeks Harga 2005 - Indeks Harga Konsumen 2004 x 100 % = …
Indeks Harga Konsumen 2004
JAWAB:
264 - 225 x 100 % = 0,17 %
225
LATIHAN MEMBUAT SOAL EKONOMI 2
1. Tingkat Pertumbuhan Ekonomi
SOAL:
Suatu Negara pada tahun 2008 Product National Bruto (PNB) rill bernilai 120 triliun rupiah dan meningkat menjadi 126 triliun rupiah. Berapakah tingkat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2009?
JAWAB:
Rumus: PNB (peningkatan) – PNB (rill) x 100%
PNB (rill)
@. 126 triliun -120 triliun x 100% = 5 %
120 triliun
@. Tingkat pertumbuhan ekonomi tahun 2009 yaitu sebesar 5 %
2. Tingkat Pertambahan Kemakmuran
SOAL:
Pada tahun 2008 penduduk 12 juta dan meningkat menjadi 12,2 juta pada tahun 2009.
Berapakah kelajuan pertambahan kemakmurannya?
JAWAB:
Rumus: PNB (rill) = …
Jumlah Penduduk Th. 2008
@. (a) 120 triliun = 10 juta (tingkat perkapita tahun 2008)
12 juta
Rumus: PNB (peningkatan) = …
Jumlah Penduduk Th. 2009
@. (b) 126 triliun = 10,3278 juta (tingkat perkapita tahun 2009)
12,2 juta
Rumus: Tingkat Perkapita Th. 2009 x 100% = …
Tingkat Perkapita Th. 2008
@. (c). 10,3278 juta – 10 juta x 100% = 3,3 % (pertambahan perkapita tahun 2009)
10 juta
3. Perhitungan Tenaga Kerja dan Pengangguran
SOAL:
Dalam suatu perekonomian yang tergolong sebagai penduduk usia kerja berjumlah 14.891.761 orang, tetapi hanya 9.124.458 orang angkatan kerja. Di antara angkatan kerja tersebut sebanyak 8.528.571 orang yang mempunyai pekerjaan. Berdasarkan data di atas, berapakah tingkat partisipasi angkatan kerja dan pengangguran?
JAWAB:
(a). Tingkat Partisipasi Kerja
Rumus: Angkatan Kerja x 100% = …
Jumlah Penduduk Usia Kerja
@. 9.124.458 x 100% = 61,3%
14.891.761
(b). Jumlah Pengangguran
Rumus: Jumlah Angkatan Kerja – Jumlah Yang Mempunyai Pekerjaan = …
@. 9.124.458 - 8.528.571 = 595.887
Apabila diketahui jumlah pengangguran dan angkatan kerja tingkat pengangguran dalam suatu tertentu dapat ditentukan. Berdasarkan hasil data di atas, tingkat presentasi pengangguran adalah;
Rumus: Jumlah Pengangguran x 100% = …
Jumlah Angkan Kerja
@. 595.887 x 100% = 65 %
9.124.458
4. Perhitungan Indeks Harga
Kenaikan harga-harga yang berlaku dari suatu waktu ke waktu lainnya tidak berlaku secara seragam (merata). Kenaikan harga biasanya berlaku ke atas, tetapi kenaikannya itu berbeda-beda. Jadi yang menyebabkan Indeks Harga adalah: tingkat perubahan harga yang berlaku di suatu Negara.
Tiga (3) langkah yang diperlukan dalam membuat Indeks Harga:
1. Memilih Tahun Dasar
Yaitu tahun yang menjadi titik tolak dalam membandingkan harga.
2. Menentukan jenis-jenis bahan yang perubahan harga-harganya akan diamati untuk
membentuk Indeks Harga.
3. Menghitung Indeks Harga.
Contoh sederhana menghitung Indeks Harga konsumen.
Tahun Dasar (1997) Tahun 2003
Kelompok
Barang Weight Stage (nilai kepentingan relatif) Harga
(rupiah) Harga X
Weight Stage Harga
(rupiah) Harga X
Weight Stage
A 50 1.000 50.000 2.000 100.000
B 20 5.000 100.000 11.000 220.000
C 5 5.000 25.000 16.000 80.000
D 25 3.000 75.000 8.000 200.000
Jumlah
100
250.000
600.000
Weight Stage (nilai kepentingan relative) yaitu:
Setiap kelompok barang yang dikonsumsi di masyarakat.
Berapa Indeks Harga (IH) 2003 ?
Rumus: Indeks Harga 2003 = Jumlah Harga x Weight Stage 2003 x Weight Stage
Jumlah Harga x Weight Stage 1997
JAWAB:
IH 2003 = 600.000 x 100 = 240
250.000
IH 2003 = 240 x 100 % = 2,4 %
Indeks Harga pada tahun dasar yaitu tahun 1997 adalah 100. dengan demikian di antara tahun dan tahun 2003 harga telah meningkat menjadi 240 atau dua kali lipat dari harga dasar.
5. Menentukan Tingkat Inflasi
Tingkat Inflasi ditentukan untuk menggambarkan perubahan harga dari tahun ke tahun lainnya.
Misalkan pada akhir tahun 2002 Indeks Harga konsumen 231 dan pada akhir tahun 2003 Indeks tersebut 240. Berapakah tingkat Inflasi pada tahun 2003?
Rumus: Indeks Harga 2003 - Indeks Harga Konsumen 2002 x 100 % = …
Indeks Harga Konsumen 2002
JAWAB:
240 - 231 x 100 % = 3,9 %
231
Diposkan oleh dudung purnama
Sabtu, 07 Juli 2012
Bab 9
PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL DAN PERHITUNGAN ANGKA PENGGANDA
y
Pada hakekatnya sistem tersebut adalah suatu cara pengumpulan informasi mengenai perhitungan:
1. Nilai barang-barang dan jasa yang diproduksikan dalam suatu negara.
2. Nilai berbagai jenis pengeluaran ke atas produk nasional yang diciptakan.
3. Jumlah pendapatan yang diterima oleh berbagai faktor produksi yang digunakan untuk menciptakan produksi nasional tersebut.
Untuk menghitung nilai barang dan jasa yang diciptakan oleh suatu perekonomian tiga cara perhitungan dapat digunakan, yaitu:
1. Cara pengeluaran
Dengan cara ini pendapatan nasional dihitung dengan jumlah pengeluaran ke atas barang dan jasa yang diproduksikan dalam negara tersebut.
2. Cara produksi atau cara produk neto
Dengan cara ini pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan nilai produksi barang atau jasa yang diwujudkan oleh berbagai sektor (lapangan usaha) dalam perekonomian.
3. Cara pendapatan
Dalam perhitungan ini pendapatan nasional diperoleh dengan cara menjumlahkan pendapatan yang diterima oleh faktor-faktor produksi yang digunakan untuk mewujudkan pendapatan nasional.
Pendekatan dalam perhitungan pendapatan nasional (Y)
Ada 3 pendekatan untuk mengetahui besarnya pendapatan nasional, yaitu:
1) Pendekatan produksi atau pendekatan nilai tambah atau value added approach.
2) Pendekatan pendapatan atau income approach atau earning approach.
3) Pendekatan pengeluaran atau expenditure approach.
GNP (Gross National Product) atau PNB (Produk Nasional Bruto) didefinisikan sebagai nilai pasar untuk semua barang dan jasa akhir yang dihasilkan dalam suatu perekonomian selama satu tahun.
A. PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL (Y)
1. PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL DENGAN PENDEKATAN DUA SEKTOR
Perhitungan pendapatan keseimbangan 2 sektor terdiri dari variabel konsumsi (C) dan investasi(I).
Y = C + I
(C = a + by)
Y = (a + by) + I
Y = a + by + I
Y – by = a + I
(1 – b)Y = a + I
Y = a + I
1 – b
Contoh: Dimisalkan (dalam milyar rupiah) fungsi konsumsi (C) = 20 + 0,75Y dan besarnya investasi (I) = 10, maka besarnya pendapatan nasional dengan pendekatan 2 sektor adalah sebagai berikut.
Jawab:
Y = a + I
1 – b
= 20 + 10
1– 0,75
= 30
0,25
= 120 milyar rupiah
2. PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL DENGAN PENDEKATAN TIGA SEKTOR
Perhitungan pendapatan keseimbangan 3 sektor terdiri dari variabel konsumsi (C) investasi (I), pengeluaran pemerintah (G), pajak (TX) dan pembayaran transfer (Tr).
Y = C + I + G
(C = a + byd)
Y = a + b (y – Tx +Tr) + I + G
Y = a + by – bTx + bTr + I + G
Y – by = a – bTx + bTr + I + G
(1 – b) Y = a – bTx + bTr + I + G
Y = a – bTx + bTr + I + G
1 – b
Contoh: Dimisalkan (dalam milyar rupiah) fungsi konsumsi (C) = 20 + 0,75Y. Besarnya investasi (I) = 10, pengeluaran pemerintah (G) = 8, pajak (TX) = 6 dan pembayaran transfer (Tr) = 5, maka besarnya pendapatan nasional dengan pendekatan 3 sektor adalah sebagai berikut.
Jawab:
Y = a – bTx + bTr + I + G
1 – b
= 20 – 0,75(6) + 0,75(5) + 10+ 8
1 – 0,75
= 149 milyar rupiah
3. PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL DENGAN PENDEKATAN EMPAT SEKTOR
Perhitungan pendapatan keseimbangan 3 sektor terdiri dari variabel konsumsi (C) investasi (I), pengeluaran pemerintah (G), pajak (TX) pembayaran transfer (Tr), ekspor (X) dan impor (M).
Y = C + I + G (X – M)
(C = a + bYd => Yd = Y – Tx + Tr)
Y = a + b (Y – Tx + Tr) + I + G + (X – M)
Y = a + bY – bTx + bTr + I + G + (X– M)
Y – bY = a – bTx + bTr + I + G + (X– M)
(1 – b) Y = a – bTx + bTr + I + G + (X– M)
Y = a – bTx + bTr + I + G + (X – M)
1 – b
Contoh: Dimisalkan (dalam milyar rupiah) fungsi konsumsi (C) = 20 + 0,75Y. Besarnya investasi (I) = 10, pengeluaran pemerintah (G) = 8, pajak (TX) = 6, pembayaran transfer (Tr) = 5, ekspor (X) = 4 dan impor (M) = 3, maka besarnya pendapatan nasional dengan pendekatan 3 sektor adalah sebagai berikut.
Jawab:
Y = a – bTx + bTr + I + G + (X – M)
1 – b
= 20 – 0,75(6) + 0,75(5) + 10+ 8 + (4-3)
1 – 0,75
= 153 milyar rupiah
B. PERHITUNGAN ANGKA PENGGANDA (K)
Uraian mengenai proses multiplier dengan menggunakan contoh angka dapat menerangkan bagaimana proses tersebut wujud, tetapi tidak menerangkan secara jelas bagaimana menentukan besarnya nilai multiplier. Penghitungan nilai multiplier dapat dengan lebih mudah dilakukan dengan menggunakan aljabar.
Dalam perekonomian tiga sektor, perubahan perbelanjaan agregat bukan saja diakibatkan oleh perubahan dalam investasi, tetapi juga oleh pajak dan pengeluran pemerintah. Besarnya nilai multiplier dari perubahan berbagai faktor tersebut akan diterangkan dalam uraian berikut ini.
Empat jenis multiplier akan ditentukan besarnya, yaitu: multiplier investasi, pengeluaran pemerintah, pajak dan anggaran belanja seimbang. Penghitungan nilai multiplier yang akan diterangkan menggunakan pemisalan-pemisalan di bawah ini:
1. Fungsi konsumsi adalah C = a + bYd.
2. Dua bentuk sistem pajak akan digunakan. Dalam contoh yang pertama pajaknya adalah pajak tetap, yaitu T = Tx, sedangkan dalam contoh kedua pajaknya adalah pajak proporsional, yaitu: T = tY.
3. Fungsi investasi yang asal adalah I dan fungsi pengeluaran pemerintah yang asal adalah G.
Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y (∆Y)
∆Y = K . ∆I
Dimana K adalah angka pengganda.
1. PERHITUNGAN ANGKA PENGGANDA DENGAN PENDEKATAN DUA SEKTOR
Contoh: Dimisalkan (dalam milyar rupiah) fungsi konsumsi (C) = 20 + 0,75Y dan besarnya investasi (I) = 10, maka pendapatan keseimbangan sebesar 120. Apabila terdapat tambahan investasi sebesar 2, maka pendapatan sekarang adalah sebagai berikut:
Jawab:
∆Y = K . ∆I
∆Y = 4 . 2 = 8
Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y (∆Y)
Ysekarang = 120 + 8 = 128 milyar rupiah
2. PERHITUNGAN ANGKA PENGGANDA DENGAN PENDEKATAN TIGA SEKTOR
Contoh: Dimisalkan (dalam milyar rupiah) fungsi konsumsi (C) = 20 + 0,75Y. Besarnya investasi (I) = 10, pengeluaran pemerintah (G) = 8, pajak (TX) = 6 dan pembayaran transfer: (Tr) = 5.
Ditanya:
a. Berapa pendapatan sekarang (Ysek), apabila terdapat tambahan pajak sebesar 2.
b. Berapa pendapatan sekarang (Ysek), apabila terdapat tambahan pembayaran transfer sebesar 2.
c. Berapa pendapatan sekarang (Ysek), apabila terdapat tambahan investasi sebesar 2.
d. Berapa pendapatan sekarang (Ysek), apabila terdapat tambahan pengeluaran pemerintah sebesar 2.
Jawab:
a. Apabila terdapat tambahan pajak
∆Y = K . ∆I
∆Y = (-3) . 2 = -6
Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y (∆Y)
Ysekarang = 120 + (-6) = 114 milyar rupiah
b. Apabila terdapat tambahan pembayaran transfer
∆Y = K . ∆I
∆Y = 3 . 2 = 6
Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y (∆Y)
Ysekarang = 120 + 6 = 126 milyar rupiah
c. Apabila terdapat tambahan investasi
∆Y = K . ∆I
∆Y = 4 . 2 = 8
Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y (∆Y)
Ysekarang = 120 + 8 = 128 milyar rupiah
d. Apabila terdapat tambahan pengeluaran pemerintah
∆Y = K . ∆I
∆Y = 4 . 2 = 8
Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y (∆Y)
Ysekarang = 120 + 8 = 128 milyar rupiah
3. PERHITUNGAN DENGAN PENDEKATAN EMPAT SEKTOR
Contoh: Dimisalkan (dalam milyar rupiah) fungsi konsumsi: C = 20 + 0,75Y. Besarnya investasi (I) = 10, pengeluaran pemerintah (G) = 8, pajak (TX) = 6, pembayaran transfer (Tr) = 5, ekspor (X) = 4 dan impor (M) = 3.
Ditanya:
a. Berapa pendapatan sekarang (Ysek), apabila terdapat tambahan pajak sebesar 2.
b. Berapa pendapatan sekarang (Ysek), apabila terdapat tambahan pembayaran transfer sebesar 2.
c. Berapa pendapatan sekarang (Ysek), apabila terdapat tambahan investasi sebesar 2.
d. Berapa pendapatan sekarang (Ysek), apabila terdapat tambahan pengeluaran pemerintah sebesar 2.
e. Berapa pendapatan sekarang (Ysek), apabila terdapat tambahan ekspor sebesar 2.
f. Berapa pendapatan sekarang (Ysek), apabila terdapat tambahan impor sebesar 2.
Jawab:
a. Apabila terdapat tambahan pajak
∆Y = K . ∆I
∆Y = (-3) . 2 = -6
Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y (∆Y)
Ysekarang = 120 + (-6) = 114 milyar rupiah
b. Apabila terdapat tambahan pembayaran transfer
∆Y = K . ∆I
∆Y = 3 . 2 = 6
Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y (∆Y)
Ysekarang = 120 + 6 = 126 milyar rupiah
c. Apabila terdapat tambahan investasi
∆Y = K . ∆I
∆Y = 4 . 2 = 8
Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y (∆Y)
Ysekarang = 120 + 8 = 128 milyar rupiah
d. Apabila terdapat tambahan pengeluaran pemerintah
∆Y = K . ∆I
∆Y = 4 . 2 = 8
Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y (∆Y)
Ysekarang = 120 + 8 = 128 milyar rupiah
e. Apabila terdapat tambahan ekspor
∆Y = K . ∆I
∆Y = 4 . 2 = 8
Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y (∆Y)
Ysekarang = 120 + 8 = 128 milyar rupiah
f. Apabila terdapat tambahan impor
∆Y = K . ∆I
∆Y = (-4) . 2 = -8
Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y (∆Y)
Ysekarang = 120 + (-8) = 112 milyar rupiah
Sabtu, 09 Juli 2011
Aku merasa selalu sendiri
Dan ku ingin kau tau kalau aku sendiri
Hanya kau yang bisa buat aku tak sepert
Ini,dan ku ingin kau bisa buat ku berubah
Apa kah perasaan ini,ku slalu mencari,
Ku slalu bertanya-tanya, tapi tetap tak ada jawabanya..
Sakit ,sakitnya sampai menusuk hati ku
Tanpa ada satupun yang mengerti
Hingga kutemukan arti dri semu ini……………………………………………………
Hanya kau yang bias buatku te rsenyum……………………………………................
Dan hanya kau yang bias buat ku tertawa……………………………………
Hanya kaulah yang mengerti hatiku………….
Dan hanya kaulah yang aku inginkan
Menuju ahkir
Dan ku ingin kau tau kalau aku sendiri
Hanya kau yang bisa buat aku tak sepert
Ini,dan ku ingin kau bisa buat ku berubah
Apa kah perasaan ini,ku slalu mencari,
Ku slalu bertanya-tanya, tapi tetap tak ada jawabanya..
Sakit ,sakitnya sampai menusuk hati ku
Tanpa ada satupun yang mengerti
Hingga kutemukan arti dri semu ini……………………………………………………
Hanya kau yang bias buatku te rsenyum……………………………………................
Dan hanya kau yang bias buat ku tertawa……………………………………
Hanya kaulah yang mengerti hatiku………….
Dan hanya kaulah yang aku inginkan
Menuju ahkir
Minggu, 30 Januari 2011
leader
hay prendddss. kali ini bl;og guwe akan ganti nnprofesi jadi blog kunci gitar
maklum, gw kan gitaris papan pancoran. . . hhahahaha
tapi nie dimulai dari kisah-kisah aku ae ya...
maklum, gw kan gitaris papan pancoran. . . hhahahaha
tapi nie dimulai dari kisah-kisah aku ae ya...
chord gitar viera dan..
Chord Vierra Seandainya
Author : Chord Frenzy
[intro] Bm G A 5x
Bm G A
kelak kau kan menjadi hidupmu sendiri
Bm G A
melukai kenangan yang telah kita lalui
Bm G A
yang tersisa hanya aku sendiri di sini
Bm G A
kau akan terbang jauh menembus awan
Bm G A
Memulai kisah baru tanpa diriku
[chorus]
D A F# Bm A
seandainya kau tahu ku tak ingin kau pergi
G A
Meninggalkanku sendiri bersama bayanganku
D A F# Bm A
seandainya kau tahu aku kan selalu cinta
G A
Jangan kau lupakan kenangan kita selama ini
[intro] Bm G A 2x
Bm G A
kelak kau kan menjadi hidupmu sendiri
Bm G A
melukai kenangan yang telah kita lalui
Bm G A
yang tersisa hanya aku sendiri di sini
Bm G A
kau akan terbang jauh menembus awan
Bm G A
Memulai kisah baru tanpa diriku
[chorus]
D A F# Bm A
seandainya kau tahu ku tak ingin kau pergi
G A
Meninggalkanku sendiri bersama bayanganku
D A F# Bm A
seandainya kau tahu aku kan selalu cinta
G A G A
Jangan kau lupakan kenangan kita selama ini
G A
selama ini
D A F# Bm A
seandainya kau tahu ku tak ingin kau pergi
G A
Meninggalkanku sendiri bersama bayanganku
D A F# Bm A
seandainya kau tahu aku kan selalu cinta
G A
Jangan kau lupakan kenangan kita selama ini
[cOda] Bm G A 3x Bm
Author : Chord Frenzy
[intro] C G/B Am G F Em Dm G
eiyo… it’s not the end, it’s just beginning
[titz] C G/B Am G F Em Dm G
ok detak detik tirai mulai menutup panggung
tanda skenario… eyo… baru mulai diusung
lembaran kertas barupun terbuka
tinggalkan yang lama, biarkan sang pena berlaga
kita pernah sebut itu kenangan tempo dulu
pernah juga hilang atau takkan pernah berlalu
masa jaya putih biru atau abu-abu (hey)
memori crita cinta aku, dia dan kamu
[santoz] C G/B Am G F Em Dm G
saat dia (dia) dia masuki alam pikiran
ilmu bumi dan sekitarnya jadi kudapan
cinta masa sekolah yang pernah terjadi
dat was the moment a part of sweet memory
kita membumi, melangkah berdua
kita ciptakan hangat sebuah cerita
mulai dewasa, cemburu dan bungah
finally now, its our time to make a history
[chorus]
C G/B Am G
bergegaslah kawan tuk sambut masa depan
F Em Dm G
tetap berpegang tangan, saling berpelukan
C G/B Am G
berikan senyuman tuk sebuah perpisahan
F Em Dm G
kenanglah sahabat kita untuk slamanya
[lezz] C G/B Am G F Em Dm G
satu alasan kenapa kau kurekam dalam memori
satu cerita teringat didalam hati
karena kau berharga dalam hidupku, teman
untuk satu pijakan menuju masa depan
saat duka bersama, tawa bersama
berpacu dalam prestasi (huh) hal yang biasa
satu persatu memori terekam
didalam api semangat yang tak mudah padam
kuyakin kau pasti sama dengan diriku
pernah berharap agar waktu ini tak berlalu
kawan kau tahu, kawan kau tahu kan?
beri pupuk terbaik untuk bunga yang kau simpan
[chorus]
C G/B Am G
bergegaslah kawan tuk sambut masa depan
F Em Dm G
tetap berpegang tangan, saling berpelukan
C G/B Am G
berikan senyuman tuk sebuah perpisahan
F Em Dm G
kenanglah sahabat kita untuk slamanya
[intr] C G/B Am G F Em Dm G 2x
[chorus]
C G/B Am G
bergegaslah kawan tuk sambut masa depan
F Em Dm G
tetap berpegang tangan, saling berpelukan
C G/B Am G
berikan senyuman tuk sebuah perpisahan
F Em Dm G
kenanglah sahabat
C G/B Am G
bergegaslah kawan tuk sambut masa depan
F Em Dm G
tetap berpegang tangan, saling berpelukan
C G/B Am G
berikan senyuman tuk sebuah perpisahan
F Em Dm G
kenanglah sahabat kita untuk slamanya
C G/B Am G
bergegaslah kawan tuk sambut masa depan
F Em Dm G
tetap berpegang tangan, saling berpelukan
C G/B Am G
berikan senyuman tuk sebuah perpisahan
F Em Dm G
kenanglah sahabat kita untuk slamanya
[ending] C G/B Am G F Em Dm G C
Author : Chord Frenzy
[intro] Bm G A 5x
Bm G A
kelak kau kan menjadi hidupmu sendiri
Bm G A
melukai kenangan yang telah kita lalui
Bm G A
yang tersisa hanya aku sendiri di sini
Bm G A
kau akan terbang jauh menembus awan
Bm G A
Memulai kisah baru tanpa diriku
[chorus]
D A F# Bm A
seandainya kau tahu ku tak ingin kau pergi
G A
Meninggalkanku sendiri bersama bayanganku
D A F# Bm A
seandainya kau tahu aku kan selalu cinta
G A
Jangan kau lupakan kenangan kita selama ini
[intro] Bm G A 2x
Bm G A
kelak kau kan menjadi hidupmu sendiri
Bm G A
melukai kenangan yang telah kita lalui
Bm G A
yang tersisa hanya aku sendiri di sini
Bm G A
kau akan terbang jauh menembus awan
Bm G A
Memulai kisah baru tanpa diriku
[chorus]
D A F# Bm A
seandainya kau tahu ku tak ingin kau pergi
G A
Meninggalkanku sendiri bersama bayanganku
D A F# Bm A
seandainya kau tahu aku kan selalu cinta
G A G A
Jangan kau lupakan kenangan kita selama ini
G A
selama ini
D A F# Bm A
seandainya kau tahu ku tak ingin kau pergi
G A
Meninggalkanku sendiri bersama bayanganku
D A F# Bm A
seandainya kau tahu aku kan selalu cinta
G A
Jangan kau lupakan kenangan kita selama ini
[cOda] Bm G A 3x Bm
Author : Chord Frenzy
[intro] C G/B Am G F Em Dm G
eiyo… it’s not the end, it’s just beginning
[titz] C G/B Am G F Em Dm G
ok detak detik tirai mulai menutup panggung
tanda skenario… eyo… baru mulai diusung
lembaran kertas barupun terbuka
tinggalkan yang lama, biarkan sang pena berlaga
kita pernah sebut itu kenangan tempo dulu
pernah juga hilang atau takkan pernah berlalu
masa jaya putih biru atau abu-abu (hey)
memori crita cinta aku, dia dan kamu
[santoz] C G/B Am G F Em Dm G
saat dia (dia) dia masuki alam pikiran
ilmu bumi dan sekitarnya jadi kudapan
cinta masa sekolah yang pernah terjadi
dat was the moment a part of sweet memory
kita membumi, melangkah berdua
kita ciptakan hangat sebuah cerita
mulai dewasa, cemburu dan bungah
finally now, its our time to make a history
[chorus]
C G/B Am G
bergegaslah kawan tuk sambut masa depan
F Em Dm G
tetap berpegang tangan, saling berpelukan
C G/B Am G
berikan senyuman tuk sebuah perpisahan
F Em Dm G
kenanglah sahabat kita untuk slamanya
[lezz] C G/B Am G F Em Dm G
satu alasan kenapa kau kurekam dalam memori
satu cerita teringat didalam hati
karena kau berharga dalam hidupku, teman
untuk satu pijakan menuju masa depan
saat duka bersama, tawa bersama
berpacu dalam prestasi (huh) hal yang biasa
satu persatu memori terekam
didalam api semangat yang tak mudah padam
kuyakin kau pasti sama dengan diriku
pernah berharap agar waktu ini tak berlalu
kawan kau tahu, kawan kau tahu kan?
beri pupuk terbaik untuk bunga yang kau simpan
[chorus]
C G/B Am G
bergegaslah kawan tuk sambut masa depan
F Em Dm G
tetap berpegang tangan, saling berpelukan
C G/B Am G
berikan senyuman tuk sebuah perpisahan
F Em Dm G
kenanglah sahabat kita untuk slamanya
[intr] C G/B Am G F Em Dm G 2x
[chorus]
C G/B Am G
bergegaslah kawan tuk sambut masa depan
F Em Dm G
tetap berpegang tangan, saling berpelukan
C G/B Am G
berikan senyuman tuk sebuah perpisahan
F Em Dm G
kenanglah sahabat
C G/B Am G
bergegaslah kawan tuk sambut masa depan
F Em Dm G
tetap berpegang tangan, saling berpelukan
C G/B Am G
berikan senyuman tuk sebuah perpisahan
F Em Dm G
kenanglah sahabat kita untuk slamanya
C G/B Am G
bergegaslah kawan tuk sambut masa depan
F Em Dm G
tetap berpegang tangan, saling berpelukan
C G/B Am G
berikan senyuman tuk sebuah perpisahan
F Em Dm G
kenanglah sahabat kita untuk slamanya
[ending] C G/B Am G F Em Dm G C
Langganan:
Postingan (Atom)